MEDIAPUBLIKA.com – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pengurus Provinsi Lampung menggelar Lampung Youth & Kid’s Climbing Competition 2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 s/d 17 Mei 2026, di Venue Panjat Tebing FPTI Pengprov Lampung Kawasan PKOR Way Halim Bandar Lampung.
Ajang ini akan mempertandingkan kategori Boulder, Lead, dan Speed untuk kelompok umur perorangan putra & putri U 6 s/d 19 tahun.
Ketua Umum FPTI Pengprov Lampung, Rudi Antoni, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan hanya sekadar penyelenggaraan kejuaraan.
“Event ini adalah bagian dari implementasi roadmap pembinaan prestasi FPTI Lampung 2026-2032. Kita mulai dari sosialisasi dan rekrutmen atlet usia dini, lalu pembinaan berjenjang hingga mereka siap berkompetisi dan berprestasi di Pra PON 2027, PON XXII 2028, hingga target jangka panjang PON 2032,” ujarnya, Kamis (16/4/26).
Roadmap Pembinaan Prestasi FPTI Lampung
Kabid Binpres FPTI Lampung, Ibnu Ramadhan, menjelaskan sistem pembinaan yang dijalankan terdiri dari 5 tahap:
- Sosialisasi: Memperkenalkan olahraga panjat tebing ke sekolah-sekolah dan komunitas di 15 Kabupaten/kota. Target 2027 menjangkau 1.500 siswa SD-SMA se- Lampung
-
Rekrutmen: Menjaring bibit atlet potensial melalui Lampung Youth & Kid’s Climbing Competition dan Talent Scouting ke daerah. Atlet usia 13-15 tahun jadi fokus utama.
-
Pelatihan & Pembinaan Atlet: Atlet terpilih direncakan masuk Puslatda kelompok umur. Program meliputi latihan teknik, fisik, mental, dan try out ke Kejurnas Kelompok Umur.
-
Berkompetisi: Menjadikan ajang regional dan nasional sebagai kawah candradimuka. Tahun 2026, target mengirim 10 atlet KU ke Kejurnas dan Sirkuit Nasional.
-
Berprestasi: Target antara: Mengirimkan atlet ikut serta dalam Pra PON 2027, raih medali di PON XXII 2028 NTB-NTT, dan Lampung masuk 5 besar nasional pada PON 2032.
“Semua lini akan kami sinergikan, Kompetisi kelompok umur seperti ini adalah hulu dari prestasi. Tanpa mekanisme pembibitan yang berjenjang, berkesinambungan & mendapatkan dukungan dari banyak fihak, sulit rasanya untuk kita berbicara mengenai peraihan medali PON,” tambah Ibnu Ramadhan.
Adapun mengenai peserta, Lampung Youth & Kid’s Climbing Competition tahun 2026 akan diikuti atlet yang berasal dari klub/pengcab FPTI se-Lampung.
“Jika setiap kabupaten & kota mengirimkan 10 orang atlit nya, maka diperkirakan atlit yg akan mengikuti kegiatan Lampung Youth & Kid’s Climbing Competition tahun ini tidak kurang dari 100 peserta,” tambah Ibnu Ramadhan yang juga sekaligus sebagai ketua pelaksana kegiatan tersebut.
Selain perebutan medali, direncanakan 10 atlet terbaik akan dipanggil mengikuti Seleksi Puslatda kelompok umur sebagai persiapan mengikuti KEJURNAS Kelompok Umur di Jakarta bulan Juni 2026.
FPTI Lampung juga mengajak dukungan pemerintah daerah, KONI, Dispora, dan pihak swasta untuk menyukseskan roadmap ini.
“Kami selaku pengurus Cabor panjat tebing yang merupakan salah satu cabor yg masuk dalam kategori Design Besar Olahraga Nasional (DBON), meyakini bahwa pembinaan dalam rangka pencapaian prestasi atlit tidak bisa berjalan sendirian saja, Butuh ekosistem yang sehat sekaligus solid dari hulu sampai ke hilir,” tutup Ketua Umum FPTI Pengprov Lampung Rudi Antoni. (*).
