Kemenag Minta Madrasah Bandar Lampung Jadi Wajah Pendidikan Islam Modern

BERITA43 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, meminta madrasah di Bandar Lampung tampil sebagai wajah kemajuan pendidikan Islam di Provinsi Lampung.

Menurut Zulkarnain, posisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi membuat kualitas pendidikan madrasah di kota tersebut menjadi tolok ukur bagi daerah lain di Lampung.

“Bandar Lampung ini ibu kota provinsi. Maka madrasah di Bandar Lampung harus bisa menjadi contoh, menjadi ikon, dan menjadi wajah kemajuan pendidikan madrasah di Provinsi Lampung,” kata Zulkarnain saat membuka Rapat Koordinasi Daerah Bidang Pendidikan Madrasah Kota Bandar Lampung, Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan itu dihadiri jajaran pejabat Kanwil Kemenag Lampung, pengawas madrasah, kepala sekolah, guru, hingga operator madrasah.

Zulkarnain menilai madrasah memiliki keunggulan karena memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama dalam satu sistem pembelajaran.

Selain mata pelajaran umum, siswa madrasah juga mendapat penguatan pendidikan agama melalui pelajaran Al-Qur’an Hadis, Fikih, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Ia menegaskan lulusan madrasah tidak hanya dipersiapkan menjadi tokoh agama, melainkan memiliki peluang yang sama untuk berkarier di berbagai bidang profesi.

“Madrasah tidak membatasi masa depan anak. Justru madrasah memberi bekal ilmu dan akhlak yang lebih lengkap,” ujarnya.

Dalam arahannya, Zulkarnain juga menyoroti pentingnya perubahan pendekatan pendidikan di lingkungan madrasah. Ia meminta para guru tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.

“Pendidikan harus dilakukan dengan hati, bukan dengan kekerasan,” katanya.

Menurut dia, guru perlu memahami karakter setiap anak, termasuk perbedaan pendekatan terhadap siswa laki-laki dan perempuan agar proses pendidikan tidak mengabaikan kebutuhan psikologis peserta didik.

Selain penguatan karakter, Zulkarnain menekankan pentingnya adaptasi madrasah terhadap perkembangan teknologi dan media sosial.

Ia meminta madrasah lebih aktif menampilkan prestasi siswa serta kegiatan pendidikan di ruang digital guna memperkuat kepercayaan publik.

“Kita harus bergerak menguasai media sosial. Tampilkan hal-hal baik tentang madrasah dan pondok pesantren,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Lampung, Herry Setiawan, memaparkan data terbaru pendidikan madrasah di Bandar Lampung.

Berdasarkan data EMIS dan SIMPATIKA, terdapat 127 madrasah di Bandar Lampung yang terdiri atas 24 RA, 62 MI, 27 MTs, dan 14 MA. Sebanyak 16 madrasah berstatus negeri, sementara 111 lainnya merupakan madrasah swasta.

Jumlah peserta didik madrasah di Bandar Lampung tercatat mencapai 28.275 siswa dengan dukungan 1.760 tenaga pendidik.

Herry menilai besarnya jumlah lembaga dan peserta didik tersebut menuntut penguatan tata kelola, digitalisasi layanan, peningkatan kompetensi guru, hingga pembenahan sarana dan prasarana pendidikan.

“Diperlukan penguatan kebijakan berkelanjutan agar madrasah di Kota Bandar Lampung semakin unggul, ramah, tertib administrasi, dan terintegrasi,” kata Herry. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *