Kunjungi Kampung Baduy Bersama IJP Lampung, Bambang: Baduy adalah Identitas Fundamental Kabupaten Lebak

BERITA25 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lebak, Bangbang, S.P., mengajak rombongan wartawan yang tergabung dalam Ikatan Jurnalistik Pemprov (IJP) Lampung untuk mengunjungi masyarakat adat Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (10/2/26).

​Politisi Partai Gerindra yang terpilih dari Dapil 3 Lebak tersebut mendampingi 18 anggota tim IJP Lampung berkeliling di kawasan Kampung Baduy Luar.

Selain melihat langsung kehidupan masyarakat adat, rombongan juga berdialog dengan tokoh adat setempat dan disuguhi jamuan makan siang tradisional khas Baduy.

Dalam kesempatan tersebut, Bangbang menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap kelestarian adat.

“Perlindungan masyarakat adat Baduy bukan sekadar wacana, melainkan telah diperkuat secara hukum melalui Peraturan Daerah (Perda),” kata Bambang.

Menurut legislator yang ruang lingkup tugasnya mencakup bidang hukum, pemerintahan, dan aparatur daerah ini, Baduy adalah identitas fundamental Kabupaten Lebak.

Mereka bukan hanya sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah komunitas adat yang memiliki sistem nilai dan hukum yang hidup, sehingga negara wajib hadir untuk melindungi.

​Bangbang menyebutkan, penguatan regulasi wilayah adat, perlindungan kawasan hutan, serta pengawasan terhadap aktivitas dari luar menjadi prioritas dewan agar pembangunan daerah tidak berbenturan dengan nilai-nilai budaya lokal.

​”Pembangunan tidak boleh memaksa terjadinya perubahan budaya. Modernisasi harus menghormati batas adat. Pemerintah harus menjadi mitra dialog, bukan malah memberikan tekanan,” tegas pria yang juga merupakan alumnus Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) tersebut.

Sementara itu, Ketua IJP Lampung, Abung Mamasa, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pimpinan DPRD Lebak.

Ia mengaku kagum melihat komitmen kuat masyarakat Baduy dalam menjaga kelestarian adat dan lingkungan di tengah derasnya arus modernisasi.

“Kami berterima kasih atas jamuan dan kesempatan berharga ini. Apa yang kami lihat di Baduy bukan sekadar tradisi, tetapi contoh nyata bagaimana alam dan budaya dijaga dengan sangat konsisten,” ujar Abung.

Abung berharap, kehadiran insan pers dalam kunjungan lintas provinsi ini dapat menjadi jembatan informasi yang memperluas pemahaman publik terkait pentingnya perlindungan masyarakat adat.

Perlindungan tersebut, menurutnya, adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan kekayaan bangsa Indonesia.

​”Baduy sudah mendunia. Semoga kita semua bisa ikut terus menjaga kelestarian alam, adat, dan budayanya,” tutup Abung. (Tim).