Lampung Mulai Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi

PROVINSI LAMPUNG382 Dilihat

Mediapublika.com – Pemerintah Provinsi Lampung memulai pembangunan proyek hilirisasi industri ayam terintegrasi di Kebun Kedaton Trikora milik PT Perkebunan Nusantara I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, 6 Februari 2026.

Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Lampung yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Program ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional yang diinisiasi Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk memperkuat ketersediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau.

Lampung menjadi satu dari enam provinsi tahap pertama yang menjalankan proyek hilirisasi ayam terintegrasi tersebut.

Lima provinsi lainnya adalah Jawa Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakan Marindo, disebutkan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan ketahanan pangan dan perbaikan gizi masyarakat sebagai prioritas pembangunan nasional.

Program ini juga berkaitan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia dalam konsep Asta Cita pemerintah, khususnya melalui penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah, santri, balita, dan ibu hamil.

“Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan makanan bergizi,” kata Marindo membacakan sambutan gubernur.

Proyek di Lampung mencakup pembangunan sejumlah infrastruktur utama, yakni Rumah Potong Hewan Unggas berkapasitas 2.000 ekor, fasilitas parent stock dan hatchery, pabrik pakan ternak tahap kedua, serta pabrik tepung telur tahap kedua.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mendorong perubahan pola distribusi komoditas unggas. Selama ini, sebagian besar pengiriman masih berupa ayam hidup.

Ke depan, pemerintah daerah menargetkan produk unggas yang keluar dari Lampung sudah dalam bentuk ayam potong atau produk olahan agar memberi nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Data 2025 menunjukkan produksi unggas Lampung cukup besar. Pengiriman daging tercatat mencapai sekitar 19 juta kilogram dan pengiriman ayam hidup mencapai 16 juta ekor.

Melalui pembangunan rumah potong unggas dan fasilitas penyimpanan dingin, potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor peternakan.

Untuk memperkuat distribusi, Pemerintah Provinsi Lampung juga menggandeng PT Dharma Jaya, badan usaha milik daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sebagai mitra pemasaran.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I, Teddy Yunirman Danas, mengatakan pembangunan tersebut akan membentuk ekosistem peternakan modern yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menurut dia, di lokasi Kebun Kedaton akan dibangun Rumah Potong Hewan Unggas dan fasilitas cold storage di atas lahan sekitar lima hektare.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan lahan di Kebun Bergen untuk fasilitas parent stock dengan kapasitas 10 juta day old chick (DOC) per tahun serta pembangunan pabrik pakan.

“Ini adalah ekosistem lengkap dari hulu hingga hilir untuk mendukung pengembangan industri peternakan yang efisien dan kompetitif,” ujar Teddy.

Program hilirisasi ayam terintegrasi ini juga didukung PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD yang memulai proyek serupa di enam provinsi, yakni Kabupaten Malang di Jawa Timur, Gorontalo Utara di Gorontalo, Bone di Sulawesi Selatan, Penajam Paser di Kalimantan Timur, Sumbawa di Nusa Tenggara Barat, serta Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

Acara peletakan batu pertama tersebut turut dihadiri pejabat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, jajaran manajemen PTPN I Regional 7, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, serta Bupati Lampung Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *