Perempuan Spesialis Tunjukkan Peran Kemanusiaan dalam Talk Show RRI Lampung

BERITA59 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – RRI Pro 1 Bandar Lampung 90,9 FM menggelar talk show bertajuk “Perempuan Spesialis: Dari Keahlian Jadi Kekuatan” secara langsung dari Aula UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan tiga perempuan inspiratif dan turut disaksikan jajaran Kwarda Lampung.

Talk show yang dipandu presenter Fairuz Chairunnisa Azma tersebut menghadirkan Plt. Kepala UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, dr. Zam Zanariah Ibrahim, Sp.N., M.Kes., sebagai narasumber utama.

Turut hadir sebagai pembicara, Apt. Andini Wahyuningtiyas, S.Farm, seorang apoteker sekaligus relawan kemanusiaan, serta Salwa Aulia, Miss Aesthetic Beauty Lampung. Acara juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Bandar Lampung.

Ketua PMI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza yang akrab disapa Bathin Wulan, mengapresiasi kolaborasi siaran luar tersebut. Ia menegaskan bahwa UDD PMI tidak hanya berfungsi sebagai tempat donor darah, tetapi juga sebagai ruang edukasi kemanusiaan.

“Kehadiran para perempuan spesialis di UDD PMI hari ini membuktikan bahwa pengabdian bisa dilakukan di mana saja. Kami di PMI Lampung terus membuka ruang kolaborasi seperti ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dr. Zam Zanariah mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup. Ia menekankan tingginya kebutuhan darah di Lampung setiap hari.

“Setetes darah kita adalah nyawa bagi orang lain. Pasien stroke, ibu melahirkan, korban kecelakaan hingga penderita thalasemia membutuhkan darah setiap hari. Jangan menunggu keluarga sendiri yang membutuhkan baru bergerak,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa profesinya sebagai dokter spesialis saraf merupakan panggilan kemanusiaan. Menurutnya, empati menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan.

“Empati itu 3D: didengar, dimengerti, dan didampingi. Pasien yang merasa dipahami cenderung lebih patuh dalam pengobatan, sehingga risiko penyakit berulang dapat ditekan,” jelasnya.

Sementara itu, Apt. Andini Wahyuningtiyas membagikan pengalamannya saat terjun langsung ke lokasi bencana. Ia menilai peran apoteker tidak hanya sebatas menyediakan obat, tetapi juga membangun harapan bagi masyarakat.

“Obat itu penting, tapi harapan lebih penting. Tugas kami memastikan pasien mau mengonsumsi obat dengan baik, dan itu membutuhkan komunikasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Salwa Aulia menegaskan bahwa perempuan mampu tampil kuat melalui keahlian yang dimiliki.

“Perempuan bisa cantik, berkarier, dan tetap mengabdi untuk masyarakat. Keahlian adalah kekuatan,” katanya.

Kepala RRI Bandar Lampung dalam keterangan resminya menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk komitmen RRI sebagai media publik yang dekat dengan isu kemanusiaan dan pemberdayaan perempuan.

Siaran ulang talk show “Perempuan Spesialis” dapat disaksikan kembali melalui kanal YouTube RRI Bandar Lampung. (*).