MEDIAPUBLIKA.com – Sejumlah warga Kampung Gunung Batin Udik, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah, mengaku kecewa setelah bantuan pangan yang seharusnya mereka terima disebut telah dikembalikan ke gudang Bulog Metro.
Kekecewaan warga bertambah karena kupon pengambilan bantuan yang mereka terima mencantumkan batas waktu pengambilan hingga 6 Oktober 2026.
Bantuan pangan tersebut diperuntukkan bagi periode Juli hingga September 2026, dengan alokasi 30 kilogram beras untuk setiap penerima.
Namun, saat warga datang ke balai kampung untuk mengambil bantuan, beras tersebut disebut sudah tidak tersedia. Warga kemudian mendapat informasi dari perangkat kampung bahwa bantuan telah dikembalikan ke gudang Bulog Metro.
Salah seorang warga, Catur (35), mengaku kecewa karena baru menerima kupon pada Selasa, 29 September 2026. Ia kemudian berpatokan pada tanggal batas pengambilan yang tercantum dalam kupon, yakni 6 Oktober 2026.
“Kesal, Mas. Kata perangkat kampung, berasnya sudah dikembalikan ke Bulog tadi malam,” kata Catur melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2026).
Menurut Catur, dirinya tidak mendapat informasi bahwa bantuan tersebut harus segera diambil sebelum batas waktu yang tercantum pada kupon.
“Baru kemarin saya dapat kupon. Tidak diinformasikan kalau harus diambil secepatnya. Saya hanya berpatokan pada waktu tanggal yang tertera di kupon, 6 Oktober,” ujarnya.
Catur mengatakan, persoalan tersebut tidak hanya dialaminya. Sejumlah warga lainnya, termasuk warga lanjut usia, juga datang ke balai kampung untuk mengambil bantuan pangan, namun harus pulang tanpa menerima beras.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari warga terkait mekanisme penyaluran bantuan pangan di tingkat kampung. Mereka mempertanyakan alasan kupon dengan batas pengambilan hingga 6 Oktober 2026 masih dibagikan, sementara bantuan disebut telah dikembalikan sebelum tanggal tersebut.
Warga berharap pemerintah kampung memberikan penjelasan secara terbuka mengenai alasan pengembalian bantuan, batas akhir pengambilan yang sebenarnya, serta solusi bagi warga yang baru menerima kupon menjelang batas waktu tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan dari pihak terkait mengenai alasan pengembalian bantuan pangan tersebut.
