Yustan Alpiani Gantikan Helfi Assegaf sebagai Kapolda Lampung

BERITA42 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – Brigjen Pol. Yustan Alpiani ditunjuk sebagai Kapolda Lampung menggantikan Irjen Pol. Helfi Assegaf yang dimutasi menjadi perwira tinggi (Pati) Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur.

Pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi jabatan strategis di lingkungan Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.

Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Lampung, Yustan menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Sementara itu, Helfi yang memimpin Polda Lampung sejak 24 September 2025 memiliki rekam jejak di bidang penegakan hukum, khususnya tindak pidana ekonomi. Ia pernah menjabat Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Polri dan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun menyampaikan, selama memimpin Polda Lampung, Helfi memberikan perhatian terhadap pengungkapan berbagai kasus kriminal dan tindak pidana yang meresahkan masyarakat.

Ungkap Kasus Narkoba hingga Tambang Emas Ilegal

Yuni menyebut, sejumlah pengungkapan perkara menjadi bagian dari catatan kinerja Helfi selama menjabat Kapolda Lampung. Penanganan kasus tersebut mencakup sejumlah wilayah, di antaranya Pesisir Barat, Pesawaran, dan Way Kanan.

Kasus yang diungkap meliputi tindak pidana narkoba jaringan internasional, dugaan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di Pesawaran, serta aktivitas pertambangan emas ilegal di Way Kanan.

Menurut Yuni, penanganan perkara tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menindak pelanggaran hukum sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Selain itu, Polda Lampung juga menerima penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kontribusi institusi Polri kepada masyarakat dan negara.

Yuni turut menyampaikan bahwa Helfi memperoleh penghargaan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti kepedulian Helfi terhadap anggota yang bertugas di lapangan, termasuk perhatian kepada almarhum Arya Supena, anggota Intelijen Polda Lampung.

Menurut Yuni, perhatian pimpinan terhadap anggota menjadi salah satu aspek penting dalam membangun hubungan dan soliditas di lingkungan organisasi kepolisian.

Dirlantas Polda Lampung Juga Berganti

Rotasi jabatan turut menyasar posisi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung.

Kombes Pol. Nicolas Dedy Arifianto yang sebelumnya menjabat Dirlantas Polda Lampung dimutasi untuk mengemban tugas baru sebagai Dirlantas Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Posisi tersebut selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidio, yang sebelumnya menjabat Dirlantas Polda Sumatera Barat.

Dalam keterangannya, Yuni juga menyinggung inovasi pelayanan lalu lintas, termasuk aplikasi Siger Lampung yang dikaitkan dengan pengembangan layanan berbasis teknologi untuk masyarakat.

Pergantian tersebut menandai perubahan kepemimpinan pada dua posisi strategis di Polda Lampung, yakni Kapolda dan Dirlantas.

Mutasi Bagian dari Pembinaan Karier

Yuni menegaskan, mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri. Penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kebijakan pimpinan serta kebutuhan organisasi.

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dan pembinaan karier personel. Kami menghormati keputusan pimpinan dan akan melaksanakan setiap ketentuan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Yuni, Minggu (11/10/2026).

Ia menjelaskan, pengalaman Helfi sebagai Kasatgas Pangan Polri dan Dirtipideksus Bareskrim Polri merupakan bagian dari perjalanan pengabdiannya sebelum memimpin Polda Lampung.

Terkait penugasan baru Helfi di luar struktur Polri, Yuni menyatakan bahwa jajaran Polda Lampung menghormati keputusan pimpinan dan memastikan seluruh pelaksanaan tugas kepolisian tetap berjalan.

“Pergantian pejabat merupakan hal yang wajar dalam organisasi. Kami memastikan seluruh jajaran Polda Lampung tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya,” katanya.

Yuni berharap, pergantian kepemimpinan tersebut tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat maupun upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung.

“Kami berharap melalui pergantian kepemimpinan ini, pelaksanaan tugas kepolisian di Lampung tetap berjalan optimal, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *