Jenazah Korban Speedboat Arupadatu 1 Teridentifikasi Lewat Tes DNA

BERITA51 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – Identitas jenazah yang ditemukan nelayan di sekitar Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, akhirnya terungkap. Korban dipastikan merupakan Sukarman, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) Speedboat Arupadatu 1 yang hilang kontak sejak 7 September 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu menyelesaikan pemeriksaan DNA terhadap jenazah. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan antara DNA korban dengan DNA anaknya, Yayat.

Secara medis forensik, hasil tersebut memastikan jenazah yang ditemukan pada 12 September 2026 merupakan Sukarman.

Proses identifikasi berlangsung sekitar 10 hari. Pemeriksaan DNA dinyatakan selesai pada 22 September 2026.

Sebelumnya, jenazah ditemukan oleh seorang nelayan di perairan sekitar Pulau Enggano. Tim SAR Gabungan Bengkulu kemudian melakukan evakuasi pada hari kelima pelaksanaan Operasi SAR, yakni 12 September 2026.

Sementara itu, pencarian terhadap Speedboat Arupadatu 1 dan korban lainnya telah dilakukan melalui Operasi SAR sejak 8 hingga 18 September 2026.

Setelah operasi resmi dihentikan, upaya pemantauan serta koordinasi tetap dilakukan oleh unsur terkait. Namun hingga 23 September 2026, belum ditemukan petunjuk mengenai keberadaan korban lainnya maupun Speedboat Arupadatu 1.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh unsur SAR telah melakukan berbagai upaya pencarian selama operasi berlangsung.

“Operasi SAR telah dilaksanakan sejak tanggal 8 sampai dengan 18 September 2026. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemantauan. Namun sampai dengan 23 September 2026, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban ataupun tanda-tanda Speedboat Arupadatu 1,” kata Al Amrad.

Dengan teridentifikasinya Sukarman, proses penanganan jenazah selanjutnya dilakukan sesuai prosedur oleh pihak berwenang sebelum diserahkan kepada keluarga.

Pencarian Speedboat Arupadatu 1 sebelumnya melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Tim melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan yang berkaitan dengan lokasi kejadian serta area lain yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan korban maupun kapal.

Hingga kini, pemantauan dan koordinasi masih menjadi bagian dari langkah lanjutan dalam penanganan insiden tersebut. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *