Pencarian Diperluas hingga Kawasan Krakatau, 8 Orang Belum Ditemukan

BERITA46 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – Tim SAR Gabungan memperluas pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Memasuki hari kedua operasi SAR, Rabu (9/9/2026), pencarian dilakukan dengan membagi tim ke dalam tujuh Search and Rescue Unit (SRU) di sejumlah sektor.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan seluruh unsur dan sarana SAR dikerahkan secara maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian.

“Hari kedua ini kami memperluas area pencarian dengan membagi tim menjadi beberapa SRU di sejumlah sektor. Seluruh sarana dan unsur yang terlibat kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian,” ujar Al Amrad.

Dalam operasi SAR hari kedua, KN SAR Tetuka 247 melakukan penyisiran di Sektor 2 dengan jarak tempuh 68,3 nautical mile (NM). Penyisiran di sektor yang sama juga dilakukan KAL Anyer dengan jarak 69,5 NM.

Sementara itu, RIB 02 dan RIB 03 Lampung melakukan pencarian di Sektor 1 dengan jarak tempuh sekitar 67 NM. Tim menyisir dan melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Sebuku hingga kawasan Krakatau.

RIB 02 Banten melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang. KP Sanjaya menyisir Sektor 4 dengan jarak 67,3 NM. Sedangkan KRI Leuser dan KRI Lepu melakukan pencarian pada sektor yang telah ditentukan.

Sejumlah SRU juga melakukan pemantauan visual di sekitar Gunung Anak Krakatau dan Rakata Besar. Namun, hingga laporan diterima, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut.

Pada pukul 13.31 WIB, SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 melanjutkan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Dalam pencarian tersebut, Gunung Anak Krakatau terpantau mengeluarkan material debu vulkanik cukup tebal.

Al Amrad menegaskan keselamatan seluruh personel tetap menjadi prioritas dalam operasi pencarian.

“Kami juga memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau. Saat terlihat adanya material debu vulkanik yang cukup tebal, kami tetap mempertimbangkan faktor keselamatan bagi seluruh personel. Pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Hingga pukul 15.22 WIB, SRU 5 yang menggunakan KP Sanjaya masih melakukan pencarian berdasarkan titik koordinat SAR Map. Namun, tanda-tanda keberadaan delapan orang yang dicari belum ditemukan.

Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal, jurnalis freelance.

Operasi SAR hari kedua melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dan Lampung, USS Pandeglang, USS Merak, TNI, Polri, BPBD, KSOP, potensi SAR, media, keluarga korban, nelayan, serta masyarakat.

Sarana yang dikerahkan meliputi KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, KRI Lepu, KRI Leuser, RIB 02 Banten, RIB 02 dan RIB 03 Lampung, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, komunikasi dan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Al Amrad menegaskan Tim SAR Gabungan akan terus melakukan pencarian sekaligus mengevaluasi perkembangan operasi secara berkala.

“Sampai saat ini hasil pencarian masih nihil. Kami tidak berhenti melakukan upaya pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan terus kami evaluasi untuk menentukan strategi berikutnya. Kami berharap delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” pungkasnya.

Hingga berakhirnya Operasi SAR hari kedua, delapan orang tersebut masih dinyatakan dalam pencarian. Operasi akan terus dilanjutkan sesuai hasil evaluasi dan perkembangan kondisi di lapangan. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *