oleh

Komisi II DPRD Provinsi Lampung Sudah Membuat Pansus dan Perda Singkong

MEDIAPUBLIKA.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Hearing, perihal anjloknya harga Singkong di Lampung.

Ketua komisi II DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi mengatakan, pihaknya akan mencari solusi, terkait anjloknya harga Singkong yang membuat petani saat ini mengeluh.

“Kita harus cari solusi, sudah 8 bulan sampai 10 bulan petani Singkong ini menjerit, ya kalau mau Fire ya di lapangan, bukan 400-500 perkilo, ini 250 sampai 350 rupiah paling bagus, ini apa, ini main timbangan, main harga macam-macam,” jelas Wahrul Saat audensi di Ruang rapat Komisi DPRD Provinsi Lampung, Senin (8/3).

Lanjutnya, ia menegaskan jangan seperti statment pemimpin Lampung, yang menyarankan petani mengurangi tanam, yang seharusnya di lakukan seorang pemimpin mencari solusi agar petani Singkong ini makmur.

“Jangan seperti statement Gubernur Lampung, masa petani disarankan untuk mengurangi tanam Singkong, itu kan statement seperti ayam sayur,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, bahwa Komisi II, sudah menyiapkan membuat Pansus dan Perda Singkong tersebut.

“Kita dorong pak Gubernur besok untuk mengirim surat ke Menteri Perdagangan dan Perindustrian Republik Indonesia itu, nah kalau kita di Komisi II kita clear, siap buat perda ini, dan kalau di Fraksi kita juga clear sudah siap, buat Pansus Singkong ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wahrul menegaskan, jangan ada lagi statment seorang pemimpin yang menyarankan mengurangi tanam Singkong tersebut.

“Jangan ada lagi statment, kita kurangi tanam nya, kita fokus yang lain, gak bisa, karena Lampung pemasok terbesar dengan komuditas Singkong, kok malah di kurangi, justru kita apresiasi dan negara cari solusinya,” tandasnya. (**).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed