PWI Lampung Gelar Pra-Ukw Angkatan XXIV

MEDIAPUBLIKA.com – PWI Provinsi Lampung menggelar Pra-UKW (Uji Kompeteni Wartawan) angkatan XXIV, di Lantai III Balai Wartawan Hi Solfian Ahmad, Senin (28/6/2021).

Pra-UKW ini di isi oleh dua pemateri Sekretaris PWI Lampung Nizwar dan Seksi UKW Munizar.

Rencananya, UKW Angkatan XXIV PWI Lampung berlangsung selama dua hari tanggal 29 – 30 Juni 2021. Peserta UKW Angkatan XXIV berjumlah 36 orang. Terdiri dari 24 peserta jenjang muda dan 12 jenjang madya.

Dalam pemaparannya, Nizwar menjelaskan secara singkat terkait materi Uji Kompetensi. Seperti usulan liputan, rapat redaksi, liputan terjadwal, wawancara cegat atau door stop, menulis berita, menyunting berita, teknik wawancara tatap muka dan cegat, dan menyusun rubrik.

Menurut dia, jika peserta terbiasa menerapkannya dalam melaksanakan tugas, maka materi UKW akan lebih cepat diselesaikan tanpa masalah.

“Pada dasarnya materi yang diuji itu sebenarnya kegiatan sehari-hari yang kita lakukan. Baik sebagai wartawan bagi muda atau redaktur untuk jenjang madya,” terangnya.

Sementara menurut Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian menyampaikan, kegiatan pra-UKW itu bertujuan memberikan pemahaman bagi peserta UKW angkatan XXIV.

“Kita harapkan para peserta ini bisa mendapatkan sedikit pemahaman terkait pelaksanaan UKW besok,” terang Supriyadi.

Bang Yadi sapaan Supriyadi Alfian meminta para peserta menyimak pemaparan dari para pemateri yang berasal dari PWI Lampung.

Menurut Bang Yadi, untuk level peserta muda, materi UKW merupakan pekerjaan sehari-hari wartawan di lapangan, seperti menulis berita, wawancara, merencanakan liputan dan lainnya.

“Kan yang diuji ini merupakan kegiatan sehari-hari sebagai wartawan. Artinya kalau semua itu memang biasa dikerjakan, saya yakin peserta bisa lulus,” tuturnya.

Sebaliknya, jika wartawan setiap harinya tidak pernah liputan dan membuat berita, dia memastikan, peserta UKW akan kesulitan mengerjakannya.

“Jadi ini tergantung kemampuan individu masing-masing. Kalau dia setiap hari hanya copy paste berita orang, pasti kesulitan. Bahkan bisa tidak kompeten,” tutupnya. (**).