SMA Terbuka SMAN 1 Kotabumi Rangkul Warga Binaan Rutan

BERITA76 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – SMA Negeri 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, resmi ditunjuk sebagai salah satu sekolah induk penyelenggara program SMA Terbuka di Provinsi Lampung.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung bersama Dinas Pendidikan ini menjadi kesempatan bagi anak putus sekolah berusia di bawah 21 tahun untuk kembali melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA.

Menariknya, program tersebut tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga memberikan kesempatan pendidikan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.

Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengatakan program SMA Terbuka mendapat antusiasme tinggi. Bahkan, jumlah peserta dari kalangan warga binaan terus bertambah.

“Alhamdulillah program ini sudah berjalan. Siswa kita ada yang belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) SMAN 1, ada juga yang merupakan warga binaan di Rutan. Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, hampir setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan Rutan,” kata Media Sari Putri.

Saat ini, tercatat sebanyak delapan siswa mengikuti pembelajaran di TKB SMAN 1 Kotabumi. Sementara itu, sebanyak 15 siswa mengikuti program tersebut di Rutan Kotabumi.

Untuk siswa yang berada di Rutan, SMAN 1 Kotabumi menerapkan sistem pembelajaran dengan metode jemput bola. Para guru datang langsung ke Rutan untuk memberikan pembelajaran.

“Sistemnya, guru-guru mata pelajaran kita yang berkunjung langsung ke Rutan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara penuh pada hari Sabtu, dari pagi hingga sore hari menyesuaikan jadwal mereka. Masa studinya pun normal seperti sekolah pada umumnya, yakni selama tiga tahun,” jelasnya.

Meski pelaksanaan di Rutan berjalan baik, Media Sari mengakui masih terdapat tantangan dalam menjaring anak putus sekolah dari masyarakat umum.

Menurutnya, sebagian besar peserta saat ini masih berasal dari Kecamatan Kotabumi dan wilayah sekitarnya. Salah satu kendala yang dihadapi adalah jarak serta kondisi anak putus sekolah yang sebagian sudah bekerja di luar daerah.

“Target kita ke depan pasti ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Kita sudah menjajaki dan mensosialisasikan program SMA Terbuka ini ke berbagai kecamatan hingga perangkat desa. Namun, kendala utamanya adalah jarak, serta fakta bahwa umumnya anak-anak putus sekolah ini banyak yang sudah bekerja ke luar daerah,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak sekolah berencana membentuk titik-titik kumpul belajar di sejumlah kecamatan yang berdekatan. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses anak putus sekolah untuk mengikuti pendidikan.

Selain memperluas akses pendidikan, SMAN 1 Kotabumi juga tengah melakukan pengembangan teknologi dalam pengelolaan sekolah.

Media Sari mengungkapkan sekolahnya sedang mengembangkan inovasi digital berbasis Smart PC Visualisasi, termasuk sistem absensi yang nantinya terintegrasi dengan website sekolah.

“Ke depan kita juga punya inovasi terbaru dalam pengelolaan sekolah melalui Smart PC Visualisasi, di mana sistem absensi akan terintegrasi langsung ke dalam website,” pungkasnya.

Melalui program SMA Terbuka, SMAN 1 Kotabumi berupaya membuka kembali akses pendidikan bagi mereka yang sempat terhenti mengenyam pendidikan formal, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

Program ini diharapkan dapat membantu menekan angka putus sekolah di Lampung Utara sekaligus memperluas kesempatan pendidikan bagi masyarakat tanpa terkecuali. (*).