Tak Hanya untuk Tanaman, PHC Terbukti Tingkatkan Budidaya Ikan Lele

PROVINSI LAMPUNG137 Dilihat

MEDIAPUBLIKA.com – Pupuk Hayati Cair (PHC) tidak hanya menunjukkan manfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga mulai memberikan hasil positif pada budidaya perikanan, khususnya ikan lele.

Hal itu terungkap saat Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, meninjau penerapan PHC di Desa Tebing, Kecamatan Melinting, Kabupaten Lampung Timur, Senin (6/7/2026).

Ketua Dekpoktan Desa Tebing, Yakup, mengatakan kelompok taninya telah melakukan uji coba penggunaan PHC pada budidaya ikan lele. Dalam penerapannya, PHC dipadukan dengan pakan pelet dan maggot.

“Kami mencoba mencampurkan PHC dalam sistem budidaya lele, dipadukan dengan pakan pelet dan maggot. Hasilnya sangat baik. Lele tumbuh sehat dan perkembangannya lebih maksimal,” ujar Yakup.

Menurutnya, hasil uji coba tersebut membuka peluang baru bahwa teknologi berbasis mikroba pada PHC tidak hanya mampu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menilai inovasi tersebut sangat menjanjikan dan layak terus dikembangkan.

“Ini menunjukkan PHC memiliki manfaat yang luas. Tidak hanya membantu tanaman, tetapi juga memiliki potensi mendukung budidaya ikan. Inovasi seperti ini harus terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Mirza.

Ia menambahkan, PHC merupakan teknologi berbasis mikroba yang mudah diproduksi karena bahan bakunya tersedia di lingkungan sekitar.

Dengan demikian, masyarakat dapat mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga meninjau kolam budidaya lele, kebun kelapa sawit, serta lahan persawahan milik petani yang tengah memasuki masa persiapan tanam.

Tim Microba Center, Joni, menjelaskan bahwa PHC sebaiknya diaplikasikan sejak tiga hari sebelum masa tanam sebagai tahap awal pembenahan kondisi tanah.

“Pada fase lahan kosong, tanah terlebih dahulu disemprot PHC agar mikroba bekerja memperbaiki kondisi tanah. Dengan begitu saat padi ditanam, pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal,” jelasnya.

Menurut Joni, pemahaman mengenai waktu dan cara aplikasi PHC masih perlu ditingkatkan di kalangan petani. Oleh karena itu, edukasi menjadi bagian penting agar manfaat teknologi hayati tersebut dapat dirasakan secara maksimal.

Keberhasilan uji coba PHC pada sektor pertanian maupun budidaya ikan lele semakin memperkuat potensi teknologi ini sebagai inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan pembudidaya ikan di Provinsi Lampung. (*).