MEDIAPUBLIKA.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah Sejahtera, Desa Jagang, Kecamatan Blambangan Pagar, Kabupaten Lampung Utara, terus mengembangkan usaha pembesaran ikan air tawar jenis ikan mas sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Selain sektor perikanan, BUMDes juga mengelola unit usaha pertanian berupa budidaya ubi kayu dan jagung untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian desa.
Usaha pembesaran ikan mas dilakukan melalui sistem Keramba Jaring Apung (KJA) dengan memanfaatkan Bendungan Way Tebabeng sebagai lokasi budidaya.
Direktur BUMDes Berkah Sejahtera, Elman, mengatakan usaha tersebut mulai dijalankan pada September 2025 melalui penyertaan modal dari Pemerintah Desa Jagang.
“Usaha pembesaran ikan mas ini mulai kami jalankan pada September 2025 dengan dukungan penyertaan modal dari desa,” ujarnya.
Pada tahap awal, BUMDes memiliki dua unit keramba jaring apung berukuran 12 x 12 meter. Bibit ikan didatangkan dari Jawa Barat, sementara pakan yang digunakan merupakan pakan pabrikan.
Meski demikian, pengembangan usaha tidak lepas dari berbagai tantangan.
Elman menjelaskan, kendala utama yang dihadapi adalah serangan penyakit jamur dan bakteri serta perubahan suhu air atau upwelling yang dapat memicu kematian ikan.
“Memang ada beberapa hambatan, seperti penyakit jamur, bakteri, dan perubahan suhu air yang dapat menyebabkan kematian ikan,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai kendala, usaha tersebut mampu menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.
Dalam satu siklus pemeliharaan selama sekitar empat bulan, dua unit keramba mampu menghasilkan sekitar 5 ton ikan mas konsumsi.
Hasil panen dipasarkan ke berbagai daerah di Lampung serta didistribusikan ke luar provinsi, termasuk Sumatera Selatan.
Namun, pada Juli 2026, pelaku usaha kembali menghadapi tantangan berupa kenaikan harga pakan pabrikan yang mencapai sekitar 12 persen di tingkat pembudidaya.
“Pada bulan Juli ini terjadi kenaikan harga pakan pabrikan yang cukup signifikan, sekitar 12 persen. Kondisi ini tentu menambah beban biaya produksi,” kata Elman, Selasa (21/7/26).
Sementara itu, Kepala Desa Jagang, Suwandi, berharap BUMDes dapat terus berkembang melalui berbagai unit usaha produktif yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD), membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya BUMDes, kami berharap lahir usaha-usaha yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan PAD desa, dan yang paling penting meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan pemerintah,” pungkasnya. (*).
