MEDIAPUBLIKA.com – Delapan puteri perwakilan Provinsi Lampung menorehkan prestasi dalam ajang Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia, Puteri Batik Cilik Indonesia, dan Puteri Batik Remaja Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.
Dalam kompetisi yang diselenggarakan DD Production tersebut, para peserta asal Lampung berhasil membawa pulang sejumlah gelar juara dan penghargaan, mulai dari juara pertama hingga kategori bakat, kepribadian, busana tradisional, dan favorit.
Prestasi tertinggi diraih Shakira Al Khaira yang berhasil menjadi Juara 1 Puteri Anak Indonesia 2026.
Berikut daftar prestasi delapan perwakilan Lampung:
- Shakira Al Khaira – Juara 1 Puteri Anak Indonesia 2026.
- Azka Nabila Rynanda – Best Talent Puteri Anak Indonesia 2026.
- Asyifa Novita Putri Buana – Best Personality Puteri Remaja Indonesia 2026.
- Jecia Zyleen Anggara – Best Traditional Costume Puteri Remaja Indonesia Lampung 2026.
- Sabina Aqilah Resmidisa – Runner Up 5 Puteri Batik Cilik Indonesia 2026.
- Aqila Fricia Sabrina – Puteri Batik Cilik Indonesia Berbakat 2026.
- Haura Gazala Tsabit – Runner Up 2 Puteri Batik Remaja Indonesia 2026 dan Puteri Batik Remaja Indonesia Favorite 2026.
- Diana Ameliya – Runner Up 5 Puteri Batik Remaja Indonesia 2026.
Ketua Yayasan DD Production, Derry Dahlan, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa anak-anak dan remaja daerah memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing di tingkat nasional.
Menurut Derry, ajang tersebut tidak sekadar menjadi kompetisi untuk meraih gelar, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi peserta dalam membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan komunikasi, serta memperluas wawasan dan kecintaan terhadap seni budaya Indonesia.
“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi anak-anak dan remaja Lampung untuk terus mengembangkan kemampuan mereka. Setiap anak memiliki potensi yang perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk tumbuh. Melalui ajang ini, mereka belajar berani tampil, berkompetisi, sekaligus membawa identitas daerah ke tingkat nasional,” ujarnya.
Dorong Pengakuan Prestasi Non akademik
Derry berharap prestasi yang diraih para peserta mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah, khususnya dalam pengakuan terhadap capaian non akademik di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, seni, dan budaya.
Menurutnya, prestasi di luar bidang akademik turut berperan dalam membentuk kualitas generasi muda. Kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kepercayaan diri, serta kecintaan terhadap budaya merupakan kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan.
Pengakuan terhadap prestasi tersebut diharapkan dapat memotivasi anak-anak dan remaja lainnya untuk berani mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, serta menghasilkan karya yang membawa nama baik daerah.
Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Cinta Budaya
Keberhasilan delapan perwakilan Lampung dalam ajang nasional ini menunjukkan pentingnya ruang pembinaan dan kompetisi untuk mendukung pengembangan bakat generasi muda.
Lebih dari sekadar kompetisi penampilan, ajang tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk membangun karakter, memperluas wawasan, mengasah kreativitas, serta memperkenalkan identitas dan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Prestasi ini juga menjadi momentum untuk mendorong semakin banyak kesempatan bagi anak-anak dan remaja dalam mengembangkan kemampuan, baik di bidang akademik maupun non akademik.
Dengan dukungan keluarga, lembaga pembinaan, dan pemerintah daerah, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.
Lampung pun memiliki alasan untuk bangga. Delapan putrinya berhasil mengukir prestasi di panggung nasional sekaligus membawa nama daerah semakin dikenal melalui bakat, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia. (*).






